Tampilkan postingan dengan label Kriminalitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminalitas. Tampilkan semua postingan

Pembunuhan Along Spoon akhirnya terjawab semalam

Diposting oleh miz hl on Senin, 31 Oktober 2016

Sedar atau tidak, sudah 12 tahun Sabi'ul Malik atau lebih popular dengan panggilan Along Spoon meninggalkan kita semua. Bagi mereka yang membesar dengan lagu-lagu kumpulan Spoon pastinya tidak dapat melupakan penyanyi yang pernah mencetuskan satu fenomena dalam industri hiburan tanah air suatu ketika dulu ini.

Semalam di dalam kereta ketika balik dari Alamanda, radio Hot fm telah memainkan lagu Memori sekuntum rindu dendangan kumpulan Spoon. Secara spontan mulut ini bersuara "Penyanyi lagu nie dah meninggal kan?". Tanya saya kepada abang saya yang juga membesar dengan lagu-lagu Spoon. Pemergian arwah sebenarnya mengundang banyak persoalan dalam kepala saya yang masih kecil lagi ketika peristiwa ini berlaku. Abang saya pun tanpa berselindung bercerita dari A sampai Z mengikut pengalaman dan pengetahuan yang ada. Interesting! Cerita abang saya itu telah berjaya menarik minat saya untuk research pembunuhan kejam itu dan akhirnya saya menemui jawapannya malam tadi.

Sebelum pemergian arwah, kumpulan Spoon berjaya menerbitkan dua buah album terbaik iaitu Spoon - Spoon (1998), Spoon - Kembali Merindu (1999). Kehebatan kumpulan ini telah meletakkan mereka antara kumpulan slow rock terbaik pada zaman itu dan ketika itu jugalah tercatatnya kegemilangan lagu-lagu jiwang yang ter'best' dalam sejarah industri muzik Malaysia.

Namun pada 25 Disember 1999 , Dikala peminat yang setia dengan kumpulan spoon tidak sabar menanti album seterusnya, satu berita yang mengejutkan tersebar tentang kehilangan penyanyi muda berbakat ini. akhirnya kehilangan tersebut berakhir dengan penemuan rangka manusia dipercayai milik Along yang diikat dalam guni di kilometer 28, Jalan Kuala Klawang-Genting Peras, jelebu. Lihat kronologi di bawah..


Perkembangan kes yang memakan masa 9 tahun ini berakhir dengan keputusan pembunuh, Mohamed Ya'cob dihadapkan ke tali gantung pada tahun 2010. Pembunuhan ini dikatakan berpunca daripada perasaan cemburu namun di sini saya tidak berani mengulas mengenai hal ini. Untuk lebih jelas lagi lihat pada link yang telah saya berikan. Ada beberapa komen yang begitu menyentuh yang sempat saya baca mengenai pemergian arwah Along. (SINI)

Vokalis Spoon pernah digantikan dengan adik kandung kepada arwah iaitu Azlong, tetapi masih tidak dapat menandingi aura yang dimiliki arwah. Kerinduan peminat terhadap arwah begitu mendalam sehinggakan peminat masih tidak dapat menerima pengganti selepas pemergian arwah.

Kes tersebut menjadi bualan hangat bertahun lamanya , hingga kini ramai yang tidak dapat menerima pemergian tersebut termasuklah ibu arwah sendiri. Ternyata research yang saya buat semalam, akhirnya telah menjawab semua persoalan misteri yang bermain diminda ini mengenai pembunuhan arwah. Al-fatihah untuk arwah. Semoga rohnya ditempatkan bersama orang-orang yang soleh. Amin!

Saya tinggaalkan anda dengan kenangan arwah Along Spoon
# Off topic. Support blog All about video ini ---> http://taganggak.blogspot.com/
More aboutPembunuhan Along Spoon akhirnya terjawab semalam

Siti Fadilah Ditahan: 3 Seleb Terseret Kasus Alat Kesehatan

Diposting oleh miz hl on Selasa, 25 Oktober 2016

 , TEMPO.CO, Jakarta - Sederet selebritas pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan dimintai keterangan untuk Menteri Kesehatan 2004-2009, Siti Fadilah Supari. Siti, sejak April 2014, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan buffer stock untuk kejadian luar biasa 2005. Senin, 24 Oktober 2015, KPK resmi menahan Siti.
1. CICI TEGAL

Siti Fadilah Ditahan: 3 Seleb Terseret Kasus Alat Kesehatan

Artis pertama yang diperiksa KPK adalah Sri Wahyuningsih alias Cici Tegal pada 22 Mei 2015. Cici diperiksa selaku pengurus organisasi pengajian artis bernama Orbit. Pengajian artis itu diikuti sejumlah pejabat, termasuk Siti. Saat itu, Cici mengakui menerima Rp 500 juta dari Siti. "Itu sponsor konser musik religi, menyebar proposal ke mana-mana dan dapatlah dari Ibu Siti. Dari pribadi, soalnya tak ada surat atau tanda tangan."
Baca: KPK Tahan Mantan Menteri Siti Fadilah
2. MEIDIANA HUTOMO

Siti Fadilah Ditahan: 3 Seleb Terseret Kasus Alat Kesehatan

Artis yang diperiksa KPK selanjutnya adalah Meidiana Hutomo. Meidiana pesinetron di Pondok Pak Jon dan Cinta Fitri. Meidiana juga aktif dalam Pengajian Orbit dengan jabatan bendahara organisasi.Usai diperiksa KPK pada 29 Mei 2015, Meidiana mengatakan organisasinya mendapat sumbangan dari Siti sebesar Rp 500 juta. Lalu, kata dia, Kementerian Kesehatan memberi tambahan Rp 100 juta untuk konser musik religi.
Baca: Praperadilan Mantan Menteri Siti Fadilah Supari Ditolak
"Transfer dari dua bank, semuanya sama dari Siti," ujar Meidiana. Meidiana menjelaskan, duit yang diterima oleh Pengajian Orbit tersebut bukan berasal dari kantong pribadi Siti Fadilah Supari, melainkan dari Kementerian Kesehatan. Duit yang diterima itu, dia melanjutkan, dipakai untuk bayar honor pengisi acara ataupu pendukung acara. "Satu sen pun saya enggak terima," katanya.

3. EMILIA CONTESSA
Siti Fadilah Ditahan: 3 Seleb Terseret Kasus Alat Kesehatan

Yang terbaru, KPK memeriksa artis dan penyanyi Emilia Contessa pada 18 Oktober 2016. Saat itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah ini mengaku dicecar 13 pertanyaan oleh penyidik KPK. Menurut dia, KPK sempat mempertanyakan honor yang pernah diterima saat mengisi acara yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan. "Saya tak hafal, tapi kira-kira puluhan juta," ujarnya.
KPK resmi menahan Siti Fadilah di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu hari ini. Juru bicara KPK, Yuyuk Andriati Iskak, mengatakan Siti ditahan untuk kepentingan penyidikan. Siti keberatan ditahan oleh KPK. Dia mengaku telah dikriminalisasi. "Akhirnya, saya selama lima tahun ditunjukkan dengan hukum yang sangat tidak adil," ujarnya setelah menjalani pemeriksaan di KPK.
Baca: Diperiksa KPK, Emilia Contessa Dicecar 13 Pertanyaan
Siti, yang saat itu sudah memakai rompi oranye sebagai simbol tahanan KPK, terlihat kesal. Selama pemeriksaan, Siti Fadilah Supari mengaku hanya ditanya tentang sejumlah orang. "Tidak ditanya apa-apa, cuma ditanya kenal ini, kenal itu, terus ditahan. Belum sampai pokok perkara. Saya merasa tidak adil," tuturnya.
Siti Fadilah Ditahan: 3 Seleb Terseret Kasus Alat Kesehatan   KPK menetapkan Siti sebagai tersangka korupsi alat kesehatan buffer stock untuk kejadian luar biasa 2005 pada April 2014. Dalam dakwaan Rustam Syarifudin Pakaya, Siti disebut mendapat jatah dari hasil korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran Revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2007.
Siti membantah bahwa ia menerima uang dari Rustam. "Padahal saya tidak menerima dan tidak ada yang dituduh sebagai pemberi. Tidak ada juga bukti saya menerima," ucapnya.

More aboutSiti Fadilah Ditahan: 3 Seleb Terseret Kasus Alat Kesehatan

KPK Tahan Mantan Menteri Siti Fadilah

Diposting oleh miz hl

KPK Tahan Mantan Menteri Siti Fadilah TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan periode 2004-2009, Siti Fadilah Supari, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Juru bicara KPK, Yuyuk Andriati Iskak, mengatakan Siti ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu per hari ini, Senin, 24 Oktober 2016. "Guna kepentingan penyidikan, tersangka ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Wanita Pondok Bambu," ucap Yuyuk saat dikonfirmasi.
Siti diduga terlibat korupsi pengadaan alat kesehatan terkait dengan kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dari daftar isian pelaksana anggaran. Ia diduga turut menerima uang dari Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifuddin Pakaya.
Baca: Siti Fadilah Ditahan: 3 Seleb Terseret Kasus Alat Kesehatan
Siti mengaku keberatan dengan penetapannya sebagai tersangka. Ia mengaku telah dikriminalisasi. "Akhirnya, saya selama lima tahun ditunjukkan dengan hukum yang sangat tidak adil," ujarnya setelah menjalani pemeriksaan di KPK.
Siti, yang saat itu sudah memakai rompi tahanan KPK, terlihat kesal. Selama pemeriksaan, ia mengaku hanya ditanya tentang sejumlah orang. "Tidak ditanya apa-apa, cuma ditanya kenal ini, kenal itu, terus ditahan. Belum sampai pokok perkara. Saya merasa tidak adil," tuturnya.
Baca: Praperadilan Mantan Menteri Siti Fadilah Supari Ditolak
Komisi antirasuah menetapkan Siti sebagai tersangka korupsi alat kesehatan buffer stock untuk kejadian luar biasa 2005 pada April 2014. Dalam dakwaan Rustam Syarifudin Pakaya, Siti disebut mendapatkan jatah dari hasil korupsi pengadaan alat kesehatan.
Pengadaan tersebut untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2007.
Baca: Diperiksa KPK, Emilia Contessa Dicecar 13 Pertanyaan
Siti membantah bahwa ia menerima uang dari Rustam. "Padahal saya tidak menerima dan tidak ada yang dituduh sebagai pemberi. Tidak ada juga bukti saya menerima," ucapnya.

MAYA AYU PUSPITASARI

More aboutKPK Tahan Mantan Menteri Siti Fadilah

Pejabat Dinkes Jambi Diduga Tipu Ortu Pelamar IPDN

Diposting oleh miz hl on Sabtu, 22 Oktober 2016


Liputan6.com, Jambi - Anggota Polresta Jambi menangkap seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, Jambi. Dia ditangkap terkait kasus dugaan penipuan atau penggelapan penerimaan praja IPDN tahun lalu.

Dilansir Antara pada Jumat, 29 Juli 2016, Kasubag Humas Polresta Jambi AKP Sri Kurniati membenarkan, Sat Reskrim Polresta Jambi telah mengungkap kasus penipuan atau penggelapan yang dilakukan oleh seorang oknum PNS di Kabupaten Sarolangun, Jambi atas laporan korban ke polresta.

Pelapor bernama Aznawi Zakatia (52) yang juga merupakan PNS melaporkan kasusnya kepada polisi pada 1 Oktober 2015. Setelah dikembangkan, pelaku bernama Thamrin (50) berhasil ditangkap tanpa perlawanan di kantornya Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun setelah tidak tercapai damai secara kekeluargaan.
Penipuan itu bermula dari tawaran Thamrin untuk bisa meluluskan anak Aznawi yang sedang ikut tes seleksi praja IPDN melalui jalur khusus atau sisipan dengan persyaratan membayar sejumlah uang.
Korban yang yakin atas bujukan pelaku kemudian menyerahkan uang tunai sebesar Rp 300 juta untuk biaya masuk anaknya ke IPDN dalam program khusus. Setelah uang diserahkan, anak korban ternyata tidak lulus seleksi praja IPDN.
Dari tersangka dan pelapor, polisi sudah menyita barang bukti berupa kuitansi penyerahan yang senilai Rp 300 juta kepada tersangka. Dan kini penyidik Polrestra Jambi akan terus memeriksa korban dan saksi.
Kini Thamrin menjalani proses pemeriksaan dan yang bersangkutan masih ditahan di sel tahanan Mapolresta Jambi.

More aboutPejabat Dinkes Jambi Diduga Tipu Ortu Pelamar IPDN

Dimas Kanjeng dan Suami Marwah Daud Diperiksa Bersamaan

Diposting oleh miz hl



Dimas Kanjeng dan Suami Marwah Daud Diperiksa Bersamaan
SURABAYA, KOMPAS.com 
- Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan suami Marwah Daud Ibrahim, Ibrahim Tadju (sebelumnya disebut Tajul Ibrahim), diperiksa bersamaan di ruang Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (20/10/2016).  Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, baik Ibrahim maupun Taat Pribadi sedang menjalani pemeriksaan tambahan.
"Bisa jadi nanti keduanya dikonfrontir tergantung kebutuhan penyidik," katanya.
Dia mengatakan, dengan mengkonfrontir keterangan tersangka dan saksi, maka penyidik akan lebih obyektif mendapatkan fakta hukum.
"Ini dalam rangka mencocokkan keterangan saksi dengan tersangka," tambahnya.
Ibrahim sendiri baru kemarin menghadiri panggilan penyidik Polda Jatim untuk bersaksi dalam kasus dugaan penipuan oleh Dimas Kanjeng. Seharusnya Ibrahami datang pada hari Senin.
Ibrahim dikenal sebagai salah satu orang dekat Dimas Kanjeng atau yang memiliki gelar "Sultan". Dimas Kanjeng sendiri sudah ditetapkan tersangka atas dugaan penipuan. Polisi bergerak mengusut setelah sejumlah korban melaporkan penipuan itu dengan nilai kerugian ratusan juta hingga ratusan miliar.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Caroline Damanik

More aboutDimas Kanjeng dan Suami Marwah Daud Diperiksa Bersamaan

Dituduh Menipu, Ibunda Artis Ryana Dea Dilaporkan ke Polisi

Diposting oleh miz hl

Liputan6.com, Bengkulu Belum sepekan menikahkan anaknya, Siti Nurli, ibunda artis Ryana Dea, dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan sebesar Rp 700 juta.
Siti dilaporkan Agustina Jambak (46) karena merasa tidak ada iktikad baik dari terlapor setelah uang yang diserahkan pada 30 Juni 2011 dan janji dikembalikan tanggal 20 Oktober 2011.
Kepada Liputan6.com, Agustina mengatakan, pemberian yang dilakukan dalam dua tahap. Pertama Rp 150 juta lalu Rp 550 juta yang dipinjamnya dari beberapa orang rekan bisnisnya.
Agustina Jambak, korban penipuan ibunda Ryana Dea (Foto: Liputan6.com/ Yuliardi Hardjo Putra)"Uang itu kata dia untuk diberikan kepada pejabat di Dinas PU untuk dapat proyek di bagian Bina Marga," kata Agustina di Bengkulu, Jumat (21/10/2016).
Terlapor Siti Nurli sendiri sudah diperiksa oleh tim penyidik Reserse dan Kriminalitas Polres Bengkulu. Bahkan sebelum menikahkan anaknya Ryana Dea di Jakarta, Siti sudah diperiksa dan meminta penundaan hingga selesai proses pernikahan anaknya.
Sumber Liputan6.com di Mapolres Bengkulu menyebutkan, bahwa Siti diperiksa secara maraton di Unit Pidum III Polres Bengkulu. Dengan mengenakan jilbab warna kuning tua, Siti masih diperiksa bersama barang bukti kwitansi yang diserahkan pelapor.
Puadin Redi dan Ryana Dea menunjukkan buku nikah. Puadin Redi dan Ryana Dea melangsungkan pernikahan di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu(16/10/2016). (Herman Zakharia/Liputan6.com)"Kami masih bekerja, yang jelas pemeriksaan masih berlangsung," ungkapnya.
Kuasa hukum Siti Nurli, Kuswandi membenarkan kliennya sedang diperiksa untuk kasus penipuan yang dilaporkan oleh korban Agustina Jambak.
"Diperiksa untuk laporan kasus penipuan, totalnya hanya Rp 350 juta saja," kata Kuswandi.

More aboutDituduh Menipu, Ibunda Artis Ryana Dea Dilaporkan ke Polisi

Parah! Ternyata Rp10.9 M Hasil Rampok Mobil TAG Digunakan untuk Ini

Diposting oleh miz hl on Kamis, 13 Oktober 2016



TINJAU SUBANG- Sebuah mobil pengiriman uang untuk ATM milik PT TAG dirampok kawanan penjahat di kawasan Jalancagak, Subang, Rabu (14/9/2016) lalu. Dana cash R10.9 miliar yang ada dalam kendaraan berhasil digasak pelaku.
Kendaraan pembawa uang ATM jenis APV putih dengan pelat nomor B 9895 berangkat dari Subang menuju Bandung untuk mendistribusikan uang cash untuk mengisi ATM. Belum juga sampai, kendaraan itu lebih dulu dirampok di daerah Jalancagak, Subang. Pelaku yang membawa senjata api dan peralatan lainnya berhasil membawa Rp10.9 milar.
Parah! Ternyata Rp10.9 M Hasil Rampok Mobil TAG Digunakan untuk Ini Tim Gabungan dari Polres Subang dan Polda Jabar melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pada awal bulan ini, Polisi berhasil meringkus kawanan penjahat tersebut did aerah Banten. Dari hasil penangkapan, empat dari 12 pelaku itu ternyata oknum TNI. Untuk penanganan kasusnya, Polda menyerahkan tujuh orang ke Polres Subang sementara oknum TNI diserahkan ke satuannya.
Ketujuh pelaku yang dilimpahkan ke Mapolres Subang adalah Teguh Mulyono, Zenal Mustofa, Rudi Chandra, Erik Supriatnam Riki Nurdiat, Hari Rusli dan Rudi Putra. Saat press realeas di Mapolres Subang, Kapolda Jabar Irjen Pol Bambang Waskito menyempatkan untuk menanyakan langsung ke tujuh pelaku, dari hasil rampokannya itu mereka mengaku mendapatantara Rp300 juta sampai Rp900 juta sesuai peran masing-masing.
Parah! Ternyata Rp10.9 M Hasil Rampok Mobil TAG Digunakan untuk Ini Dari hasil pemeriksaan, terungkap uang hasil perampokan itu diantaranya, dibelanjakan untuk sepeda motor (mayoritas jenis Ninja) sebanyak tujuh unit dan sembilan kendaraan roda empat berbagai jenis. "Sebagian untuk beli tujuh motor dan sembilan mobil," kata Kapolda, Selasa (11/10/2016).
Pada ekspose kasus itu, dipamerkan juga barang bukti yang digunakan pelaku saat menjalankan aksinya, termasuk sejumlah barang bukti berupa tujuh kendaraan roda dua dan sembilan roda empat serta kendaraan TAG, uang Rp1.5 miliar yang gagal dibawa kabur dan lainnya. Hadir Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih, Ketua DPRD Beni Rudiono, Dandim0605 Letkol Inf Budi Mawardi Syam dan pihak TAG.
Parah! Ternyata Rp10.9 M Hasil Rampok Mobil TAG Digunakan untuk Ini Dalam kesempatan yang sama, lima anggota Polisi yang ikut menangkap pelaku perampokan mendapat reward dari  Kapolda Jabar Irjen Pol Bambang Waskito. Selain anggota kepoliian, seorang Satuan Pengamanan (Satpam) PT SIL Jalancagak mendapat reward dari Kapolda karena sudah membantu memberikan informasi pelaku. "Yang berprestasi harus dikasih reward, yang bermasalah kita kasih sanksi. Itu sudah banyak kita lakukan. Ini namanya manajemen modern," kata Kapolda.
Follow twitter @tintahijaucom | FB: Berita Tintahijau

More aboutParah! Ternyata Rp10.9 M Hasil Rampok Mobil TAG Digunakan untuk Ini

Pelaku Bom Bunuh Diri Pesta Pernikahan di Turki Adalah Remaja

Diposting oleh miz hl



Pelaku Bom Bunuh Diri Pesta Pernikahan di Turki Adalah Remaja
Polisi Turki tengah menyisir area bom bunuh diri di acara pernikahan, Minggu (21/8/2016). [Reuters]

Sebuah bom bunuh diri menewaskan 51 orang di kota Gaziantep, Turki.

Suara.com - Sebuah bom bunuh diri menewaskan 51 orang di kota Gaziantep, Turki, dilakukan oleh berusia 12 sampai 14 tahun. Hal ini diumumkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Erdogan mengatakan, ISIS disebut berada di balik serangan itu dengan menargetkan pesta pernikahan Kurdi. Gaziantep, berlokasi dekat perbatasan Suriah yang dikenal telah memenjarakan beberapa anggota ISIS.
Bom tersebut telah melukai 69 orang, Erdogan menambahkan, 17 dari mereka kini masih dalam kondisi serius. Pembom menargetkan tamu pernikahan.
Koresponden BBC Seref Isler, berasal dari Gaziantep mengatakan, kota dengan jumlah penduduk 1,5 juta orang tersebut telah gelisah karena peristiwa di Suriah, di mana ISIS telah memerangi pasukan Kurdi Suriah.
Sebelumya, seorang pembom bunuh diri diyakini memiliki link ke ISIS menewaskan dua polisi di Gaziantep pada Mei lalu. Pilihan target tampaknya dirancang untuk efek maksimum karena mereka tengah menikmati momen perayaan di sebuah pesta pernikahan.
Jika serangan ini merupakan diotaki ISIS, hal itu bisa menjadi respon terhadap kehilangan 'pelaku jihad' di wilayah Suriah. Pejuang Kurdi dengan koalisi pimpinan AS mengusir dari Manbij. Mungkin serangan pada pernikahan Kurdi di Gaziantep ini adalah aksi balas dendam.
Sebagai informasi, bom itu meledak di bagian kota yang populer bagi para siswa dan memiliki komunitas Kurdi yang besar. Menurut laporan kantor berita Turki, Dogan, pasangan itu pindah ke Gaziantep dari kota Kurdi lebih ke timur untuk melarikan diri dari pertempuran antara pemberontak Kurdi dan pasukan keamanan.
"Perayaan itu akan segera berakhir dan ada ledakan besar di antara orang-orang menari. Ada darah dan bagian tubuh di mana-mana," kata Veli Can (25) seperti dilansir dari BBC, Senin (22/8/2016).

More aboutPelaku Bom Bunuh Diri Pesta Pernikahan di Turki Adalah Remaja

Patah Hati, Pemuda Ini Siarkan Bunuh Dirinya di Facebook Live,

Diposting oleh miz hl on Rabu, 12 Oktober 2016

Erdogan Ceren. (Facebook)
Suara.com - Putus hubungan dengan orang yang kita cintai bukanlah akhir dari segalanya. Namun, seorang lelaki di Turki, memutuskan untuk mengakhiri hidup sembari menayangkannya di siaran langsung Facebook (Facebook Live) akibat patah hati.
Erdogan Ceren, nama lelaki 22 tahun asal Turki tersebut. Di depan kamera, ia menembak dirinya hingga tewas.
Disaksikan jutaan pengguna Facebook yang menyaksikan siaran langsungnya, Erdogan mengatakan bahwa ia memutuskan bunuh diri setelah hubungan asmaranya kandas di tengah jalan. Erdogan terlihat amat tertekan dalam siaran tersebut.
Setelah 36 detik, terdengar suara letusan yang diduga kuat letusan dari senjata api. Video tersebut pun kemudian hanya menampilkan warna gelap sampai akhirnya berhenti menyiarkan siaran langsung.
Ketika siaran langsung Facebook berlangsung, banyak netizen yang menyampaikan komentar secara real time. Sebagian besar membujuk agar Erdogan mengurungkan niatnya bunuh diri.
Namun, tampaknya tekad Erdogan sudah bulat. Ia tidak mengindahkan semua komentar itu. Ia mengarahkan sebuah senjata ke dadanya.
"Tidak ada yang percaya ketika saya bilang saya akan bunuh diri - jadi lihatlah ini," ujar Erdogan dalam video tersebut.
Lansiran media Turki, sejumlah kerabat mendengar suara letusan dan menemukan dirinya tergeletak. Erdogan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. (Metro
More aboutPatah Hati, Pemuda Ini Siarkan Bunuh Dirinya di Facebook Live,

Anak Polisi Dikeroyok Warga, Dimasukkan ke Kandang Anjing

Diposting oleh miz hl on Senin, 10 Oktober 2016




Anak Polisi Dikeroyok Warga, Dimasukkan ke Kandang Anjing
MANADO — Nasib tragis dialami AD (15), warga Kelurahan Malalayang Satu Timur, Lingkungan VI, Kecamatan Malalayang, Manado
Anak Baru Gede (ABG) ini jadi bulan bulanan warga Kelurahan Bahu, Lingkungan IX, Kecamatan Malalayang, karena dituduh sebagai pelaku pencuri anjing (doger).
AD yang merupakan anak anggota polisi, mengalami luka tikam di paha kiri, serta trauma karena oleh warga dimasukkan ke dalam kandang anjing.
Peristiwa itu terjadi Minggu (9/10) sekira pukul 03.00 Wita.
Informasi yang dirangkum Posko Manado (Jawa Pos Group), AD yang tercatat sebagai siswa SMK Getsemani malam itu dikunjungi temannya dan diajak nongkrong di rumah salah satu kawan sekolah mereka di Kelurahan Bahu.
Ketika pergi ke lokasi tempat nongkrong, ia tidak pamitan kepada kedua orang tuanya.
Memang diakui korban, di tempat nongkrong itu mereka sedang gelar pesta minum-minuman keras (miras).
"Saya dipaksa teman saya untuk miras, namun tidak sampai mabuk,” kata korban kepada polisi.
Nah, setelah pesta miras itu selesai, korban bersama teman-temannya melanjutkan untuk jalan-jalan menggunakan sepeda motor.
Entah kenapa saat berada di lokasi kejadian, korban turun dari motor sementara teman-temannya masih duduk santai di atas motor.
Tiba-tiba datang salah satu warga yang mencurigai kelompok ABG itu.
Salah satu teman korban yang ketakutan berteriak dan lari meninggalkan lokasi kejadian. Beberapa yang lain ikut lari.
"Teman-teman saya melarikan diri dengan motor, sedangkan saya tak bisa apa-apa, dan akhirnya ditahan warga lalu dikeroyok. Setelah itu saya dimasukkan ke dalam kandang hewan anjing. Di dalam kandang itu masih ada dua ekor anjing. Tapi beruntung, saya tidak digigit,” tambah korban.
Ibu korban yang mengetahui peristiwa tersebut langsung pergi ke lokasi kejadian dan membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara.
Merasa tidak senang dengan prilaku warga, paginya ibu korban melaporkan peristiwa dialami anaknya ke pihak kepolisian.
Kapolsek Urban Malalayang, AKP I Made Sumadia saat dikonfirmasi mengatakan, aksi warga itu adalah bentuk spontanitas.
Karena mereka geram terhadap tindakan pelaku-pelaku doger yang belakangan meresahkan.
"Korban bukan pelaku doger anjing, namun dia menjadi korban pengeroyokan warga. Kami akan kumpulkan beberapa saksi untuk diminta penjelasan,” pungkas kapolsek. (PM/sam/jpnn) 
More aboutAnak Polisi Dikeroyok Warga, Dimasukkan ke Kandang Anjing

Dulu Pasang Badan, Reza Artamevia Kini Justru Polisikan Aa Gatot Brajamusti

Diposting oleh miz hl on Sabtu, 08 Oktober 2016

Jakarta
- Sejak Aa Gatot Brajamusti ditangkap polisi di Lombok atas kasus penyalahgunaan narkoba, penyanyi Reza Artamevia selalu pasang badan membela sang guru spiritual. Bahkan, ketika Aa Gatot 'dihujani' kasus lain mulai dari pencabulan hingga kepemilikan senjata api, Reza tetap pasang badan.
Namun sikap Reza berubah 180 derajat. Pelantun lagu 'Biar Menjadi Kenangan' itu kini justru ingin mempidanakan Aa Gatot.
Reza melaporkan Aa Gatot ke Polda Metro Jaya atas kasus penipuan. Laporan Reza akan menambah kasus yang menjerat Gatot Brajamusti.
Dalam laporannya yang dilayangkan kemarin, Jumat (7/10/2016), Reza mengaku merasa tertipu oleh ritual aspat yang dijalankannya selama bergabung dengan Padepokan Aa Gatot. Reza merasa telah ditipu Aa Gatot yang menyebut aspat adalah makanan jin, padahal ternyata bubuk putih itu adalah sabu.
"Selama ini klien kami tidak mengerti isi dari pada zat (aspat). Ternyata belakangan diketahui bahwa aspat itu ternyata sabu, barang terlarang. Intinya itu," ujar pengacara Reza, Ramdan Alamsyah.
Reza merasa sangat dirugikan dengan modus penipuan yang dilakukan Aa Gatot. Terlebih setelah menjalani tes urine, Reza dinyatakan positif narkoba.
"Dan ternyata setelah kejadian kemarin, saya baru tahu bahwa setelah ada pemeriksaan darah dan rambut ternyata itu sudah terpapar di tubuh saya cukup lama. Berarti yang selama ini saya ketahui itu aspat, itu bukan. Saya jadi dianggap orang bahwa saya pecandu," ujar Reza.
Tak hanya itu, Reza juga mengaku menderita kerugian materi selama bergaul dengan Aa Gatot. Reza menyebut, Aa Gatot beberapa kali meminta uang kepadanya dengan alasan untuk mengobati warga tidak mampu. Padahal uang itu digunakan untuk ritual aspat.
"Ya pokoknya gitu, saya pernah dimintai transfer uang. Secara materi tidak terlalu besar tapi lebih ke moril. Karena setelah ini terjadi, simpang siur berita bermunculan jadi macam-macam, pemakai berat, jadi gambarannya begitu buruk--Innalilahi wa Innalilahi rojiun--saya juga tidak bisa bilang saya orang baik atau saya orang benar atau saya tidak benar. Namun dalam hal ini saya benar-benar tidak tahu, karena saya tidak pernah mengonsumsi hal itu di mana pun," tegas Reza.
Mantan istri Adjie Masaid itupun mulai buka suara soal perbuatan cabul Aa Gatot. Saat diperiksa polisi, Reza mengakui ada ritual seks yang dilakukan Aa Gatot.
"Dan hasil pemeriksaan Reza kemarin, ini memperkuat dugaan Aa Gatot -- yang dilaporkan atas dugaan pemerkosaan -- keterangan Reza iya bahwa memang Aa Gatot melakukan itu," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/9).
Ritual seks di Padepokan Aa Gatot ini terungkap lewat laporan seorang wanita berinisial CTP (26) yang mengaku menjadi korban percabulan Aa Gatot. Perempuan itu mengaku dicabuli Aa Gatot saat masih berusia 16 tahun.
CTP menjelaskan ritual seks itu dilakukan dengan dalih untuk transformasi oksigen bagi jin yang ada di tubuh Aa Gatot. Dia lalu dipaksa berhubungan badan dengan Aa Gatot hingga hamil.
CTP juga menyeret nama Reza Artamevia. Dia mengaku pernah diajak berhubungan badan dengan Aa Gatot. Namun, hubungan seks yang diminta mantan Ketua Umum PARFI ini dinilai menyimpang. CTP menyebut melakukan hubungan seks sesama jenis dengan Reza. Kadang, mereka melakukan threesome, termasuk dengan istri Aa Gatot, Dewi Aminah.
Gatot dan istrinya telah mengakui adanya ritual seks ini. Bahkan Gatot juga mengkaui sering melakukan threesome.
"Diakui juga sama Aa GB dan istrinya, mereka pernah melakukan (hubungan seks) bersama perempuan lain, 3some dan perempuannya itu bergantian," ungkap Kombes Awi.
(Hbb/Hbb)
More aboutDulu Pasang Badan, Reza Artamevia Kini Justru Polisikan Aa Gatot Brajamusti

Wanita ini Ngaku Tertipu Dimas Kanjeng, Uang Rp 300 Juta 'Ditukar' Foto dan Keris

Diposting oleh miz hl

Probolinggo - Satu persatu pengikut padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, melapor ke polisi, karena jadi korban penipuan padepokan. Kali ini perempuan asal Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, berinisial HT.
Kepada polisi, HT mengaku telah dirugikan sebesar Rp 300 juta. HT langsung menemui Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin, di ruang kerjanya, Jumat (7/10/2016) sore.
Kepada Kapolres Arman, HT menceritakan kronologi saat awal masuk ke padepokan. Dia mengaku membeli sejumlah barang yang nilainya mencapai Rp 300 juta. Seperti kantong uang senilai Rp 20 juta, foto Dimas Kanjeng seharga Rp 1 juta, dan keris kecil Rp 300 ribu.
Barang-barang sebagai mahar itu kemudian ditunjukkan ke awak media. Kapolres menjelaskan manfaat barang-barang mahar. Misalnya, kantong uang yang bisa melipatgandakan uang mahar, sabuk berwarna merah yang bisa membuat badan pengikut kebal, dan kantong kecil motif kulit macan yang dipercaya bagi pemilik bisa menghilang.
Barang-barang itu selanjutnya diamankan di Polres Probolinggo sebagai barang bukti atas laporan penipuan padepokan Dimas Kanjeng.
"Dengan adanya pelaporan berinisial HT ini, total sudah ada 7 pelapor korban penipuan padepokan Dimas Kanjeng, yang melapor ke Polres Probolinggo,"ujar Arman.
Uang sebagai mahar yang disetor pengikut ini, kata Arman, diduga mengalir ke Taat Pribadi, yang kini telah ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim. Menurutnya, polisi menduga duit mahar itu juga mengalir ke beberapa pengikut yang bergelar Sultan.
"Semua total jumlahnya Rp 300 juta, untuk membeli barang-barang ini. dan sampai sekarang, sampai Dimas Kanjeng Ditangkap, tidak ada pencairan apapun. Terakhir menjelang Ditangkap, saya membayar Rp 20 ribu, untuk materai, tapi tidak berupa materai, melainkan berupa uang kertas," jelas HT kepada sejumlah wartawan.
Kini Polres Probolinggo, masih terus menunggu para korban penipuan Dimas Kanjeng. Ia berharap korban tidak takut untuk melaporkan kerugian yang dikeluarkan sebagi mahar ke padepokan Taat Pribadi.
(fat/try)

More aboutWanita ini Ngaku Tertipu Dimas Kanjeng, Uang Rp 300 Juta 'Ditukar' Foto dan Keris

Aneka Cerita tentang Dodi, 'Orang Kepercayaan' Dimas Kanjeng yang Diburu Polisi

Diposting oleh miz hl

 Pasuruan - Dodi Wahyudi (34) belum terlacak. Di rumahnya, Dusun Pajejeran, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang tertinggal hanya jejak dan cerita dari tetangga dan kenalan. Seperti apa cerita mereka?
Jumat (7/10/2016), rumah megah Dodi dan keluarga sepi. Tak ada tanda-tanda aktivitas di dalam rumah tiga lantai yang menjulang tinggi itu. Pagar terkunci rapat, demikian juga pintu rumah. Hanya suara air mancur di depan rumah yang memecah sepi.
Tetangga menutup diri. Sejumlah orang yang awalnya berada di luar rumah langsung masuk dan menutup pintu. Beberapa tetangga yang baru datang juga langsung masuk ke rumah.
Profil Dodi sedikit terkuak melalui Kepala Desa Gunung Gangsir, Dewi Noer Alifah. Menurut Dewi, Dodi kerap jadi donatur dalam setiap kegiatan desa seperti peringatan 17 Agustus. "Warga menghormatinya karena ringan tangan," kata Dewi ditemui di kantornya.
Aneka Cerita tentang Dodi, 'Orang Kepercayaan' Dimas Kanjeng yang Diburu PolisiRumah Dodi di Dusun Pajejeran, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Meski belum tercatat sebagai penduduk Desa Gunung Gangsir, ayah satu putra tersebut merupakan orang terpandang. Empat tahun memperistri perempuan Desa Gunung Gangsir, Dodi belum memiliki KTP setempat.
"Mas Dodi memang belum tercantum sebagai warga sini. Istrinya yang asli sini," jelas Dewi.
Meski bukan warga asli, ia terlibat dalam berbagai kegiatan. Pria 34 ini bahkan terlibat dalam pemenangan calon dalam Pilkades.
"Mas Dodi pendukung saya saat pilkades bulan 12 lalu (Desember 2015)," kata Dewi.

More aboutAneka Cerita tentang Dodi, 'Orang Kepercayaan' Dimas Kanjeng yang Diburu Polisi

2 DPO Tersangka Pembunuhan Mantan Pengikut Dimas Kanjeng Menyerahkan Diri

Diposting oleh miz hl

 Surabaya - Dua tersangka kasus pembunuhan Abdul Gani, mantan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi menyerahkan diri ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.
Kedua DPO warga sipil dari Kediri tersebut menyerahkan ke polisi pada hari yang berbeda. Hari ini tersangka berinisial B yang menyerahkan diri ke polisi dengan didampingi kuasa hukumnya.
"Ya pagi tadi satu orang DPO menyerahkan diri ke Polda Jatim, inisialnya B dari Kediri," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (7/10/2016).
Ia mengatakan, belum mengetahui alasan tersangka menyerahkan diri. Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh penyidik.
"Belum tahu, sekarang masih didalami oleh penyidik," tuturnya.
Dia menambahkan, selama pelarian diri tersangka itu bersembunyi dan berpindah-pindah tempat di wilayah Jawa Timur.
Selain tersangka B, kemarin juga ada satu tersangka DPO yang menyerahkan diri yakni berinisial M.
Kata Argo, kedua tersangka itu diduga turut serta membantu pembunuhan terhadap korban Abdul Gani dan Ismail.
"Ya sementara, dia ikut turut serta (pembunuhan)," ujar dia.
Polisi masih mendalami apa peran kedua tersangka tersebut dalam pembunuhan Abdul Gani. Agro kemudian menduga, kemungkinan kedua DPO tersebut juga ikut serta dalam kasus pembunuhan terhadap korban Ismail yang ditemukan di Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
"Dua-duanya ikut terlibat," terangnya.
Dengan penyerahan dua tersangka itu, maka masih ada 2 tersangka lainnya yang masih ditetapkan sebagai DPO.
Abdul Gani, mantan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi dibunuh dan dibuang di waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. Sudah 4 berkas tersangka yang dilimpahkan ke JPU. Sedangkan tersangka lainnya yang diduga sebagai otak utama yakni Dimas Kanjeng Taat Pribadi masih didalami oleh penyidik Polda Jatim.
(roi/bag)

More about2 DPO Tersangka Pembunuhan Mantan Pengikut Dimas Kanjeng Menyerahkan Diri

Mantan Pengikut Dimas Kanjeng Ungkap Kesaksian Menggegerkan

Diposting oleh miz hl on Jumat, 07 Oktober 2016

Mantan Pengikut Dimas Kanjeng Ungkap Kesaksian Menggegerkan

Salah satu pengikut yang sadar telah korban penipuan uang yang dilakukan pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi melapor ke Mapolres Probolinggo, Jawa Timur. Saksi kunci ini bernama M. Junaedi. Junaedi mengaku sempat menjadi target kedua untuk dibunuh, setelah Ismail Hidayah.

"Saya berani melapor setelah melihat tayangan televisi, ditangkapnya Taat Pribadi, dan pernyataan Marwah Daud yang begitu getolnya membela mati-matian Taat Pribadi,” katanya di ruang SPKT Mapolres Probolinggo.

Junaedi merupakan warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Rumahnya pernah menjadi sasaran pelemparan bondet oleh orang tak dikenal.
 
Ketika dia melapor ke posko pengaduan korban Taat Pribadi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolres Probolinggo, dokumen-dokumen yang dipunyainya pun diserahkan.

Antara lain, foto Junaedi bersama Taat Pribadi. Foto Junaedi bersama Mishal Budiarto alias Sahal yang kini telah menjalani hukuman dalam kasus pembunuhan terhadap Ismail Hidayah. Kemudian foto tumpukan uang. Foto itu persis seperti yang terlihat di video ketika Taat Pribadi sedang menghitung uang di hadapan para lelaki bertelanjang dada.
Junaedi mengaku tahu seluk beluk aliran dana Taat Pribadi secara tidak sengaja pada 2011.

Saat itu, nama padepokan Dimas Kanjeng belum dikenal seperti sekarang. Doktor Marwah Daud Ibrahim ketika belum bergabung ke padepokan.

Menurut Junaedi untuk memuluskan niat agar Marwah Daud bergabung, Taat Pribadi menggunakan cara khusus. Taat Pribadi, katanya, menelepon Marwah Daud yang ketika itu berada di Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Taat Pribadi berupaya meyakinkan Marwah bahwa Taat Pribadi bisa mengutus jin untuk mengirim uang tunai kepada Marwah Daud. Benar saja, saat Marwah membuka pintu rumahnya, kata Junaedi, sudah ada dua koper uang tunai pecahan seratus ribu rupiah.

"Tapi sebenarnya itu bukan jin yang membawa. Melainkan almarhum Ismail (korban pembunuhan) yang mengantar ke sana. Baru setelah uang sampai, dan Ismail pergi, Taat menelepon Marwah untuk mengecek keberadaan uang tersebut,” ujarnya.
Aksi itu, katanya, berhasil membuat Marwah yang merupakan politikus dan cendekiawan muslim terkesima dengan kelebihan Taat Pribadi, hingga menyebutnya memiliki karomah.

Junaedi mengaku jadi pengikut Taat Pribadi karena hipnotis yang disertakan dalam kaset VCD rekaman Taat Pribadi saat menaruh uang. Junaedi mulai curiga pada padepokan sekitar akhir 2014.

Ketika itu, dia sering melihat Ismail bertengkar dengan pengikut padepokan yang lain soal pencairan uang. Firasat buruknya pun terbukti, Ismail tewas dibunuh. Waktu itu belum ketahuan siapa pelakunya.
Padahal, kata Junaedi, niat Ismail ketika itu hanya ingin meminta padepokan mengembalikan uang pengikut.

"Mereka itu tak ubahnya memperkaya diri sendiri dan pengikut setianya, sementara umat yang lain, dijadikan ATM berjalan, untuk mengeruk uang,” kata lelaki berusia 49 tahun. (Andi Sirajuddin]
More aboutMantan Pengikut Dimas Kanjeng Ungkap Kesaksian Menggegerkan

Dosen yang Dibunuh Mahasiswa Disegani karena Disiplin Tinggi

Diposting oleh miz hl on Rabu, 05 Oktober 2016


kabarin.co - BINJAI,  Kabar pembunuhan Nur Ain Lubis, dosen Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), oleh mahasiswanya mengejutkan banyak pihak.
Dia diduga dibunuh setelah cekcok soal skripsi dan nilai akademik dengan Roymando Sah Siregar.
M Azhari Tanjung yang kini berprofesi sebagai jurnalis merupakan mantan mahasiswa Nur Ain di UMSU. Baginya, Nur Ain sangat berkesan. Selain karena pernah diajar dalam mata kuliah Pengantar Pendidikan, Belajar Pembelajaran dan Profesi Kependidikan, dosen itu yang menandatangani ijazahnya saat lulus.
Menurut Azhari, perempuan yang akrab disapa Bu Ain itu adalah sosok dosen yang disegani di UMSU. Dia dikenal rendah hati, tetapi juga tegas kepada para mahasiswanya.
Sosok Ain juga terbilang "ditakuti” oleh mahasiswi Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMSU. Pasalnya, saat Ain memberikan kuliah, para mahasiswi yang biasanya menggunakan celana jins harus membawa rok cadangan.
Sebelum masuk ke dalam kelas, para mahasiswi mampir ke kamar mandi untuk mengganti celana jins dengan rok panjang agar diizinkan masuk ke kelas oleh Ain.
"Dia (Bu Ain) memang kerap marah kepada mahasiswinya bila menggunakan celana jins. Bu Ain beralasan, bila nanti menjadi guru, para mahasiswinya tersebut tidak bisa mengajar dengan menggunakan celana jins,” tutur Azhari.
"Kalau mau menjadi seorang guru, pertama, biasakanlah penampilan seorang guru, dan menjadi guru itu tidaklah mudah,” tambah Azhari menirukan ucapan Ain pada masa itu.
Dalam mengajar, Ain lebih sering menggunakan teknik diskusi setelah menjelaskan mata kuliahnya. Bahkan, dia tak segan-segan menghukum mahasiswanya bila berbuat salah di kelas.
Menurut Azhari pula, para mahasiswa juga agak gentar ketika berhadapan dengan Ain jika mereka hendak mendiskusikan mata kuliahnya, tetapi tidak menguasai materinya.
"Saya sendiri saat kuliah beberapa waktu lalu memang hampir setiap hari bertemu dengan Bu Ain. Terlebih lagi, saat itu saya juga menjadi relator (ketua kelas). Bu Ain sering meminta saya untuk memfotokopi bahan-bahan mata kuliahnya sebelum masuk kelas. Selain itu, dalam soal menandatangani berkas, Bu Ain termasuk orang yang gampang untuk ditemui. Ia selalu membuka pintunya lebar-lebar kepada mahasiswanya untuk menandatangani berkas untuk meja hijau dan segala macam administrasi,” kata Azhari. (kom)
More aboutDosen yang Dibunuh Mahasiswa Disegani karena Disiplin Tinggi

Pembunuh Bocah Perempuan 10 Tahun Diganjar Penjara Seumur Hidup

Diposting oleh miz hl


FUKUOKA. KOMPAS.com
 - Toshiyuki Uchima, seorang lelaki berusia 47 tahun dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap bocah perempuan berusia 10 tahun, pada Januari 2015.Atas perbuatannya itu, Pengadilan Distrik Fukuoka, Jepang, Senin (3/10/2016) menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada pekerja konstruksi itu.
Pembunuhan korban bernama Miwa Ishibashi tersebut terjadi di Buzen, Prefektur Fukuoka.
Berdasarkan keterangan Hakim Toshiyuki Uchima, awalnya pelaku menjemput bocah kelas lima yang memang saling mengenal.
Selanjutnya, Uchima melakukan pembunuhan di rumah di mana dia tinggal bersama sang istri. Ketika pelaku mencekik korban, istri pelaku sedang tak berada di rumah itu.
Miwa terakhir kali terlihat oleh ibunya saat dia diantar untuk bertemu dengan kawan sekolahnya di rumah nenek temannya tersebut.
Sang ibu menurunkan Miwa dekat rumah tersebut pada pukul 10 pagi pada Sabtu, 31 Januari 2015.
Namun ternyata, Miwa tak pernah bertemu dengan kawannya tersebut.
Orangtua Miwa langsung melapor ke polisi ketika Miwa tak kunjung kembali ke rumah pada Sabtu sore.
Pada Minggu pagi, polisi menemukan jasad Miwa yang disimpan di dalam tas besar berbahan vinil.
Tas itu disimpan di dalam lemari di lantai dua rumah Uchima. Saat itu pula Uchima dibekuk polisi.
Setelah penangkapan itu, pelaku mengaku mencekik Miwa.
Setelah korban tewas, dia panik dan lalu menyembunyikan tubuh bocah itu di dalam tas yang ada di rumahnya.
Pengacara Uchima sempat berdalih pelaku mencekik Miwa untuk menghentikan teriakan anak itu, tanpa bermaksud membunuhnya.
Saat menjatuhkan vonis, seperti diberitakan Japan Today, Selasa (4/10/2016), hakim menyebut kejahatan yang dilakukan Uchima sebagai perbuatan cabul yang brutal.
Hakim meyakini, Uchima menculik gadis itu dengan tujuan menganiaya. Sementara, pelaku pun dinilai tak menunjukkan tanda-tanda penyesalan atas apa yang telah dia lakukan.
Uchima sebelumnya pun pernah ditangkap karena tuduhan kejahatan seksual.
Editor: Glori K. Wadrianto
More aboutPembunuh Bocah Perempuan 10 Tahun Diganjar Penjara Seumur Hidup

Inilah Sejumlah Keanehan di Padepokan Dimas Kanjeng, Pengikut Dilarang Tersenyum,

Diposting oleh miz hl

Setelah Dimas Kanjeng Taat Pribadiditangkap dan ditahan Polda Jawa Timur sejak 22 September, hingga kini makin banyak santri atau pengikutnya yang mengungkapkan pengakuan-pengakuan dirasa janggal.
Diantara puluhan ribu pengikut Dimas Kanjeng dari berbagai daerah itu, ada yang mengaku setor mahar puluhan juta, ratusan juta bahkan hingga puluhan miliar.
Mereka para pengikut itu percaya bahwa mahar atau dana yang disetor ke Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi beralamat di Dusun Sumber Cengklek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jatim akan dikembalikan berlipat-lipat setelah 5 tahun.
Sejumlah santri atau pengikut bersumpah setia terhadap Dimas Kanjeng.
Di antara sumpah itu menyatakan bahwa santri atau pengikut padepokan Dimas Kanjeng bersedia untuk tidak bertemu Dimas Kanjeng selama 5 tahun.
Jika pada saatnya bertemu dengan Dimas Kanjeng maka pengikut atau santri tersebut tidak boleh tersenyum atau menyapa.
Selain itu, dalam amalan ibadah wirid atau berzikir, ada tawassul Alfatehah yang dihadiahkan untuk Dimas Kanjeng.


Uniknya, hadiah bacaan Alfatehah untuk Nabi Muhammad SAW hanya dibaca sekali, sedangkan untuk Dimas Kanjeng justru berkali-kali.
Dalam salat, ada bacaan salawat pada rekaat pertama pas sedang berdiri. Padahal dalam syariat Islam, salawat dibaca pada saat duduk tahiyat.
Hal-hal begini masih bersifat dugaan, karena sedang dikaji dan didalami oleh MUI Kabupaten Probolinggo.
Selain itu, MUI juga menemukan bacaan-bacaan salawat yang tulisannya salah sehingga maknanya pun salah.
MUI Kabupaten Probolinggo juga sedang mentelaah buku terbitan tahun 2012 yang diajarkan oleh Dimas Kanjeng kepada pengikutnya.
Buku itu berisi ajaran, wiridan dan amaliah serta dogma versi Kanjeng Dimas Taat Pribadi, yang menobatkan dirinya sebagai Raja Probolinggo.
Sejumlah pengikut sering bertanya di website dimaskanjengtaatpribadi.com terkait kapan pencairan dana atau mahar yang telah disetor.


Tanggal jatuh tempo dijanjikan 5 tahun namun mereka bertanya-tanya kenapa sudah ditunggu belum cair juga. Penjawab atau pengurus di website itu menjawab agar semua bersabar.
Padahal ada juga warga Malaysia atau Singapura yang memberikan mahar, namun tidak berharap dananya kembali.
Artinya mereka benar-benar berderma untuk kegiatan amal ibadah, setelah percaya kepada "kebaikan" yang ditunjukkan oleh Dimas Kanjeng di youtube dan websitenya.
Kemudian dari dana yang disetor ke padepokan itu, ada penyetor yang berharap jika dana itu benar benar dikembalikan berlipat-lipat, supaya disalurkan ke yayasan atau panti asuhan yang lebih membutuhkan.
Namun lagi-lagi pengelola website menjawab bahwa semua agar bersabar. Hingga kini mereka masih disuruh bersabar. (tribunjateng/wid/berbagai sumber)
More aboutInilah Sejumlah Keanehan di Padepokan Dimas Kanjeng, Pengikut Dilarang Tersenyum,